Bukan Sekadar Ibadah Individual, Ustadz Abdul Basith Ingatkan Pentingnya Integrasi Tauhid dan Kepedulian Sosial

SURABAYA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bubutan menggelar Kajian Khoiru Ummah bertajuk “Tauhid dan Bermasyarakat” pada Ahad (11/10/2026) di Masjid At Taubah. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini hadir sebagai ruang penguatan karakter umat, menyoroti bagaimana penghayatan tauhid yang kokoh harus menjelma dalam perilaku bermasyarakat yang jujur, amanah, dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Basith, Lc., M.Pd., menekankan bahwa ibadah ritual seperti salat mestinya berdampak langsung pada kesalehan sosial serta mencegah perbuatan keji dan munkar. Beliau mengimbau para jamaah agar tidak terjebak dalam ibadah yang bersifat individualis semata. Mengacu pada Surah An-Nisa’ ayat 36, perintah mentauhidkan Allah SWT senantiasa beriringan dengan kewajiban berbuat baik kepada sesama. Daya tarik Islam di mata dunia sering kali lahir bukan hanya dari ritual ibadahnya, melainkan dari keagungan akhlak dan perilaku para pemeluknya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Basith menjelaskan bahwa keterkaitan antara tauhid dan kepedulian sosial merupakan sebuah sunnatullah. Lingkungan yang memiliki pondasi tauhid kuat serta diimbangi nilai-nilai kejujuran, sikap amanah, dan rasa tanggung jawab secara alami akan membuahkan kesejahteraan bersama. Bahkan secara sunnatullah, nilai-nilai kebaikan universal seperti kejujuran dan integritas akan membawa kedamaian serta kemakmuran di dunia bagi masyarakat mana pun yang menerapkannya.

Melalui penyelenggaraan Kajian Khoiru Ummah ini, PCM Bubutan berkomitmen untuk terus membina masyarakat yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *