PCMBubutan.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bubutan, Surabaya, menggelar Kajian Khoiru Ummah dengan tema “Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat” di Masjid Al Ishlah, Ahad (10/8/2025). Acara ini menghadirkan Ustaz Syamsul Ma’arif, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, sebagai pemateri utama.
Dalam paparannya, Ustaz Syamsul Ma’arif menekankan pentingnya ilmu sebagai fondasi utama untuk mencapai kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Ia mengutip sebuah pepatah populer yang sering disalahartikan sebagai hadis, padahal merupakan perkataan Imam Syafi’i rahimahullah:
”Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia memiliki ilmu; barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia memiliki ilmu; dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah ia memiliki ilmu.”
Ustaz Syamsul menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksud mencakup dua aspek, yaitu ilmu dunia dan ilmu akhirat. Ilmu dunia merujuk pada pengetahuan praktis, keterampilan, dan teknologi yang menunjang kehidupan sehari-hari, sementara ilmu akhirat adalah ilmu agama yang menjadi bekal keselamatan di akhirat. Kedua jenis ilmu ini, menurut Imam Syafi’i, menjadi kunci keberhasilan dalam segala aspek kehidupan.
Pendidikan dan Perjuangan Melawan Keterbatasan
Lebih lanjut, Ustaz Syamsul memotivasi para peserta untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya. Ia menceritakan perjuangan pribadi yang penuh tantangan saat menempuh pendidikan S2 dan S3.
”Jangan pernah puas dengan pendidikan. Teruslah belajar, meski harus menghadapi cemoohan dan hinaan. Karena dorongan dari hinaan dan bully itulah yang membuat saya tetap semangat,” ujarnya.
Semangatnya yang tak kenal menyerah membuahkan hasil. Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik saat S2 di Universitas Airlangga (Unair) dan meraih predikat summa cumlaude saat menempuh S3. Menurutnya, kegigihan dan keikhlasan adalah modal utama, di samping kemauan untuk bekerja keras.
Keseimbangan Ibadah dan Kehidupan Sosial
Selain ilmu, Ustaz Syamsul juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ibadah dan kehidupan sosial. Ia mengingatkan para jemaah untuk tidak hanya fokus mencari rezeki dunia, tetapi juga memperbanyak ibadah sunah, seperti salat tahajud. Ia mengutip surat Al-Isra ayat 79 yang menjelaskan bahwa salat tahajud dapat mengangkat seseorang ke tempat yang terpuji di sisi Allah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan rincian jumlah rakaat salat dalam sehari semalam, yang jika digabungkan antara salat wajib dan sunah, bisa mencapai lebih dari 50 rakaat. Jumlah ini mengingatkan kembali pada kisah Isra Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW awalnya diwajibkan salat 50 waktu, yang kemudian diringankan menjadi lima waktu dengan pahala yang setara.
PCM Bubutan Dorong Digitalisasi Kegiatan
Acara kajian dilanjutkan dengan pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bubutan. Dalam sambutannya, Sekretaris PCM Bubutan, Syahroni Nur Wachid, menyampaikan harapannya agar para pimpinan yang baru dilantik dapat terus bergerak, menciptakan inisiatif, dan tidak menunggu momen.
Syahroni juga mendorong digitalisasi seluruh kegiatan Pemuda Muhammadiyah Bubutan. “Ini bukan hanya untuk dokumentasi, tetapi juga memudahkan kita saat membuat laporan pertanggungjawaban di akhir periode. Dokumentasi yang baik akan menjadi sejarah, motivasi, sekaligus bukti kerja nyata kita,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar pengurus PCPM Bubutan senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan PCM Bubutan sebagai bagian dari satu keluarga besar Muhammadiyah. “Jika ada kendala, jangan dipendam. Diskusikan bersama, karena kita adalah satu keluarga besar dalam Muhammadiyah,” tutupnya.



